Beda dengan Mahfud MD, Menlu Sebut RI Sudah Lobi China tentang Uighur

Merdeka.com – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menilai, konflik etnis Uighur dan China terjadi sejak lama. Saat ini, katanya, Indonesia terus berkomunikasi dengan China membahas hal itu.

“Jadi saya pernah melakukan pertemuan dengan dubesnya dan pasti teman-teman kalau melihat rekam jejak digital dari Twitter saya pasti ada,” katanya usai lakukan rapat tertutup di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/12).1 dari 4 halaman

Katanya, Pemerintah Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China pada 16 Desember lalu. Dalam pertemuan itu, Retno menekankan pentingnya menghormati kebebasan beragama.

“Tanggal 23 Desember Dirjen Pasifik Asia ketemu dengan dubes Tiongkok, intinya kita menyampaikan concern mengenai situasinya terus kita juga meminta informasi apa yang terjadi dan dengan menteri luar negeri RRT, kita cukup panjang berdiskusi mengenai masalah situasi, prinsipnya adalah bahwa kita menyampaikan antara lain pentingnya untuk terus menghormati kebebasan beragama,” bebernya.2 dari 4 halaman

Dengan itu semua, Retno mengklaim kalau Indonesia mempunyai perhatian atas masalah di sana.

“Jadi itu sehingga kalau dikatakan bahwa kita tidak melakukan sesuatu itu tidak benar, cek rekam jejak digital apa yang pernah kita sampaikan ke pemerintah China,” pungkasnya.3 dari 4 halaman

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tidak bisa ikut campur dengan urusan China dan etnis Uighur. Dia mengatakan hal itu setelah mendapatkan penjelasan dari Dubes China di Indonesia.

“Saya katakan orang Islam Indonesia agak terusik dengan peristiwa di Uighur itu. Saya pribadi, Mahfud, sering ke China. Kok di sana banyak perkampungan muslim aman. Di Beijing itu saya ke masjid nyaman. Cari restoran Islam, restoran halal, ada perkampungannya sendiri. Kok terjadi di Uighur seperti itu? Lalu dia beri penjelasan Uighur itu apa,” jelas Mahfud.4 dari 4 halaman

Usai mendengarkan hal tersebut, dia menegaskan pemerintah Indonesia tak akan ikut campur. Dan menanyakan itulah bagian dari diplomasi yang dimaksud dengan diplomasi lunak.

“Oh kalau begitu, kami tidak ikut campur. Ini namanya diplomasi. Diplomasi lunak, gitu ya. Bukan diplomasi megaphone,” pungkasnya. [rnd]

sc;
https://www.merdeka.com/peristiwa/beda-dengan-mahfud-md-menlu-sebut-ri-sudah-lobi-china-tentang-uighur.html

Poker Online merupakan fenomena yang sedang terjadi saat ini dimana salah satu yang paling populer adalah dellpoker.

Situs poker menjadi trend dan paling dicari untuk permainan seperti idn poker dan dominoqq terpercaya adalah ingatpoker.